Abstract
This study reviews the judicial decision of the Medan District Court Number 49/Pid.Sus-TPK/2023/PN Mdn on corruption in village fund management (APBDes) in the development sector. In this case, village officials committed authority abuse by falsifying accountability documents, diverting budgeted funds to cover up previous audit findings, and leaving planned physical infrastructure projects uncompleted. The trial's evidentiary process relied on documentary evidence including accountability reports, disbursement records, and details of suspicious transactions plus forensic audit results that confirmed state financial losses amounting to Rp383,896,956.97 as well as witness testimonies supporting these irregularities. Effective law enforcement requires a complete investigation and prosecution with coordination and sanctions proportionate to the crime so that it can serve as a deterrent for similar future acts; however, the quality of judicial decisions and public confidence are still affected by internal problems such as inconsistent integrity and professional capacity of law enforcement personnel, together with external problems such as political interference, inadequate supervision mechanisms, low community legal awareness, and insufficient witness protection. Strengthening institutional independence, inter-agency coordination, oversight intensity, and sustained legal education for communities are essential to achieving greater consistency and credibility in handling village budget corruption cases.
References
-
Amrani, H., & Ali, M. (2015). Sistem pertanggungjawaban pidana. Rajawali Pers.
-
Amrunsyah. (2019). Impian yang terabaikan: Implementasi dari tujuan hukum dan hukum pidana di Indonesia. Legalite: Jurnal Perundang-Undangan dan Hukum Pidana Islam, 4(2), 192–193.
-
Fattah, D. (2013). Teori keadi lan menurut john rawls. Journal Tapis: Journal Teropong Aspirasi Politik Islam, 9(2), 30-45. https://doi.org/10.24042/tps.v9i2.1589.
-
Fauzanto, A. (2023). Wajah korupsi di Indonesia. Widina Bhakti.
-
Fios, F. (2012). Keadilan hukum Jeremy Bentham dan relevansinya bagi praktik hukum kontemporer. Jurnal Humaniora, 3(1), 299–309. https://doi.org/10.21512/humaniora.v3i1.3315
-
Fuady, M. (2005). Perbuatan melawan hukum (pendekatan kontemporer). Citra Aditya Bakti.
-
Fuady, M. (2006). Teori hukum pembuktian: Pidana dan perdata. Citra Aditya Bakti.
-
Government Regulation No. 60 of 2014 on Village Funds Sourced from the State Budget (APBN). (2014).
-
Hanafi, M. (2015). Sistem pertanggung jawaban pidana. Rajawali Pers.
-
Hasibuan, A., & Nadirah, I. (2023). Pertanggungjawaban pidana menyalahgunakan kewenangan yang mengakibatkan merugikan keuangan negara (Analisis Putusan Nomor: 85/PID.SUS-TPK/2018/PN MDN). Jurnal Doktrin Review Magister Ilmu Hukum, 2(2), 199–212.
-
Huda, C. (2006). Dari tindak pidana tanpa kesalahan menuju kepada tiada pertanggungjawaban pidana tanpa kesalahan. Kencana.
-
Jenar, S. (2024). Hukum tentang desa. Sada Kurnia Pustaka.
-
Juwono, V. (2018). Melawan korupsi: Sejarah pemberantasan korupsi di Indonesia 1945-2014. Centro Inti Media.
-
Kansil, C. S. T. (1989). Pengantar ilmu hukum dan tata hukum Indonesia. Balai Pustaka.
-
Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. (2021).
-
Kusbianto, K. (2022). Dampak kebijakan kriminal pada tindak pidana pencucian uang terhadap ketahanan hukum (Studi di Daerah Hukum Pengadilan Militer I-03 Padang). Substantive Justice: International Journal of Law, 2(1), 1–19.
-
Kusumaatmadja, M. (2002). Konsep-konsep hukum dalam pembangunan. Alumni.
-
Law No. 3 of 2024 on Villages Second Amendment to Law No. 6 of 2014 on Villages. (2024).
-
Law No. 6 of 2014 on Villages. (2014).
-
Law No. 20 of 2001 on the Amendment of Law No. 31 of 1999. (2001).
-
Law No. 31 of 1999 on the Eradication of Corruption Crimes. (1999).
-
Makapuas, N. F. (2019). Pencarian kebenaran material dalam perkara pidana melalui alat-alat bukti yang sah menurut hukum acara pidana Indonesia. Lex Crimen, 8(8), 106–115.
-
Marzuki, P. M. (2014). Penelitian hukum. Kencana Prenada Media Group.
-
Mayasari, R. (2024). Buku referensi akuntabilitas alokasi dana desa dan pengelolaan keuangan desa. Nasya Expanding Management.
-
Mertokusumo, S. (2003). Mengenal hukum suatu pengantar. Liberty.
-
Ministry of Home Affairs Regulation No. 20 of 2018 on Village Financial Management. (2018).
-
Mu'iz Raharjo, M. (2020). Pengelolaan dana desa. Bumi Aksara.
-
Muhaimin. (2020). Metode penelitian hukum. Mataram University Press.
-
Nasution, M. A. R. B., Kusbianto, & Maysarah, A. (2021). Tinjauan yuridis kekuatan alat bukti digital dalam peradilan tindak pidana korupsi (Analisis Putusan No. 1195 K/Pid.Sus/2014). Warta Dharmawangsa, 15(2), 177–183.
-
Nugroho, A. G. (2021). Mewujudkan kemandirian Indonesia melalui inovasi dunia pendidikan. Insania.
-
Prodjodikoro, W. (2000). Perbuatan melanggar hukum dipandang dari sudut hukum perdata. Mandar Maju.
-
Purwoto, A. (2024). Pertanggungjawaban pidana sebuah tinjauan yuridis. Global Eksekutif.
-
Rahman, A. (2022). Formulasi kebijakan penyusunan rencana pembangunan jangka menengah desa (RPJMDes). Pascal Books.
-
Saleh, R. (1982). Pikiran-pikiran tentang pertanggung jawaban pidana. Ghalia Indonesia.
-
Salim, H. S. (2003). Hukum kontrak (teori dan teknik penyusunan kontrak). Sinar Grafika.
-
Santoso, H. A. (2021). Perspektif keadilan hukum teori Gustav Radbruch dalam putusan PKPU. Jurnal Jatiswara, 36(3), 326–327.
-
Soekanto, S., & Mamudji, S. (2011). Penelitian hukum normatif. RajaGrafindo Persada.
-
Subagyo, P. J. (2010). Metode penelitian dalam teori & praktik. Rineka Cipta.
-
Yazir, I. R. S., Eddy, T., & Erwinsyahbana, T. (2025). Kedudukan alat pendeteksi kebohongan dalam sistem pembuktian tindak pidana di Indonesia. Jurnal Darma Agung, 33(1), 491–500.
-
Zunaidi, A. H. (2022). Asas kelayakan dalam penyelesaian perkara tindak pidana korupsi ringan. Kencana.
Author Biographies
Sintia Andayani
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Legal Studies Program, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Medan City, North Sumatra Province, Indonesia
Kusbianto Kusbianto
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Legal Studies Program, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Medan City, North Sumatra Province, Indonesia
Ida Nadirah
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara
Legal Studies Program, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Medan City, North Sumatra Province, Indonesia