Vol. 1 No. 2 (2022): October

					View Vol. 1 No. 2 (2022): October

Edisi Oktober 2022 Kawanad: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat (Vol. 1, No. 2) memperlihatkan keberagaman pendekatan dalam merespons isu pendidikan, teknologi, ekonomi kreatif, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis TIK. Upaya pembentukan taman baca anak melalui gerakan “Aku Senang Membaca” (Nurhasnah et al., 2022) menandai pentingnya literasi dasar dan kesehatan di komunitas, terutama di tengah tantangan akses bacaan berkualitas. Di sisi lain, pembuatan sepeda air untuk kawasan wisata (Thaib Rizwan et al., 2022) mencerminkan sinergi antara inovasi teknologi sederhana dan pengembangan ekonomi lokal, meski keberlanjutan pemanfaatan alat tersebut masih perlu dicermati lebih lanjut. Beberapa artikel menyorot penguatan kapasitas pelaku usaha lokal, seperti pelatihan branding kain tenun songket (Diany Putri Pratiwi et al., 2022) dan pemasaran kemplang panggang (Ardiansyah et al., 2022). Pendekatan yang diambil tampak berfokus pada peningkatan nilai tambah produk dan perluasan pasar, meskipun tantangan digitalisasi pemasaran masih menjadi pekerjaan rumah. Sementara itu, pelatihan pengembangan media pembelajaran digital menggunakan Flipbook PDF Professional bagi guru di Banjarmasin (Andi Ichsan Mahardika et al., 2022) serta peningkatan literasi digital masyarakat Nimboran (Ermy Dikta Sumanik et al., 2022) menunjukkan adanya kesadaran terhadap kebutuhan adaptasi teknologi di dunia pendidikan dan masyarakat umum. Isu keamanan dan keahlian teknis juga diangkat melalui sosialisasi peralatan kelistrikan di kepolisian (Ramdhan Halid Siregar et al., 2022) dan pemberdayaan pembangkit listrik mikro tenaga surya (Saifuddin Muhammad Jalil et al., 2022), yang menekankan pentingnya transfer pengetahuan praktis serta mitigasi risiko di tingkat lapangan. Pelatihan konseling kelompok dan coaching pengembangan modul ajar untuk guru (M Ramli et al., 2022; Cecep Maman Hermawan et al., 2022) menyoroti kebutuhan penguatan kompetensi profesional pendidik, terutama dalam menghadapi tuntutan pembelajaran abad ke-21.

Sementara itu, inventivitas pengrajin rencong sebagai souvenir (Masri Ali et al., 2022) dan pelatihan perancangan modul ajar berbasis Merdeka Belajar (Okta Rosfiani et al., 2022) menggarisbawahi pentingnya inovasi dan otonomi dalam pengembangan produk serta materi ajar. Berbagai inisiatif yang tercantum pada edisi ini memperlihatkan dinamika praktik pengabdian masyarakat yang tidak hanya terbatas pada transfer pengetahuan, tetapi juga menuntut refleksi kritis terhadap keberlanjutan, relevansi, dan dampak jangka panjang setiap program (American Psychological Association, 2020).

Published: 2022-10-30

Article